Ketua Komisi I Desak BPBD tingkatkan sosialisasi, Pasca kebakaran di Sukamulya

Kebakaran yang menimpa salahsatu rumah di Jalan Sukamulya 1, Suksari, Kecamatan Tangerang, mengundang reaksi Ketua Komisi 1 DPRD Kota tangerang Agus Setiawan.

Atas kejadian tersebut ia mendesak kepada Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang untuk lebih intensif lagi untuk turun ke masyarakat guna mensosialisasikan bahaya kebakaran.

“Kita melihatnya BPBD itu sosialisasinya kurang maksimal, berarti saya meminta untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi tersebut,” kata Agus dilokasi kejadian, Selasa (22/5) kemarin.

Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang telah menganggarkan dana yang cukup fantastik untuk kegiatan sosialisasi tersebut, sehingga kejadian yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat dapat lebih diminimalisir dengan baik.

“Memang kerja cepatnya BPBD dalam menangani bencana kebakaran ini saya apresiasi, tapi alangkah baiknya jika BPBD Kota Tangerang dapat melakukan kegiatan yang bersifat preventif,” tukasnya.

Kendati dalam kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa, menurut Agus kejadian tersebut sebetulnya dapat lebih dicegah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang dilakukan oleh BPBD Kota Tangerang.

“Kembali kita melihat, itu rumah warga yang terbakar, BPBD seharusnya melakukan penetrasi yang lebih kencang dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar ini dapat dicegah sebelum kejadian ini terjadi,”tukasnya.

Untuk diketahui, diduga akibat konslting listrik, satu unit rumah, di Jalan Sukamulya 1, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang ludes dilahap si Jago Merah.

Diketahui, sebelum terjadi kebakaran rumah tersebut dalam keadaan kosong, lantaran sedang ditinggal oleh pemiliknya dan dikabarkan aliran listriknya memang sedang mengalami gangguan.

Hal itu, disampaikan Kurniawati (63) pemilik rumah, konsleting listrik memang kerap terjadi di rumahnya, bahkan beberapa hari sebelum kebakaran, aliran listriknya kerap mati secara tiba-tiba.

“Memang, belum lama juga listriknya sering mati, semua barang sih tidak dapat diselamatkan hanya mobil aja, coba aja nanti kita lihat masih ada yang bisa diambil atau tidak,” terang Kurniawati di lokasi kejadian, Selasa (22/4).

Dia melanjutkan, pihaknya sudah memiliki pirasat, kalau akan terjadi di rumahnya, sebab konslting listrik yang selama ini menghantui dirinya bener-benar terjadi.

“Saya sudah ada pirasat tidak enak, makanya saya disuruh nginap di tempat anak tidak mau, eh ternyata benar pasa sampe katanya rumah saya kebakaran,” ungkapnya.

Sementara Dhani Indrawab, Danton C BPBD Kota Tangerang membenarkan, kebakaran rumah tersebut, adanya konsleting listrik (hubungan arus pendek).

“Kami dihubungi oleh salah satu warga sekitar pukul 13:20 WIB, dimana adanya laporan kebakaran di wilayah sukasari, kemudian bergegas menuju lokasi,” terang Dhani.

Dia melanjutkan, upaya pemadaman yang dilakukan semaksimal mungkin. Namun karena terhalang akses jalan yang agak sempit terpaksa kami turunkan armada kecil agar bisa mencapai titik kebakaran.

“Setelah satu jam berjibaku melakukan pemadaman dengan menurunkan sebanyak lima Ardama, akhirnya api pun dapat dikendalikan,” ungkap Dhani.(mam/yes)

Facebook Comments
torabika