Ketua Komisi 4 Ogah Komentari Sampah di Situ Perigi

Mursidi Ilyas

Tangsel
Sampai detik ini, masalah sampah di Situ Perigi masih belum menemukan solusi untuk menjadi Situ yang bebas sampah dan sedap dipandang. Kondisi Situ Parigi belum membaik, bahkan datangnya musim penghujan semakin membuat Kondisinya memperihatinkan.

Padahal sebagaimana kita ketahui Situ-situ buatan seperti Situ Perigi dibangun pada masa kolonialisme sebagai upaya pemerintahan Hindia Belanda mencegah banjir dan membuat alur perairan bagi para petani (kala itu). Mirisnya, setelah 72 tahun Sukarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, kini Situ-situ khususnya dalam kasus ini Situ Parigi, malah terabaikan dengan pembangunan yang membab-buta.

Padahal hampir beberapa waktu lalu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan, melalui Kepala Bidang Persampahan, menjelaskan bahwa sampah di Situ Parigi akan diangkut, namun masalah ini cukup pelik karena kewenangan perairan khususnya Situ ada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWSS).

Wartawan yang berusaha meminta tanggapan dari Ketua Komisi 4 DPRD Kota Tangsel, Mursidi Ilyas, tak direspon. Mursidi terkesan tak peduli dengan persoalan persampahan di situ tersebut.

“Nggak bisa, saya banyak urusan,” kata anggota DPRD Tangsel dari Fraksi partai Golkar ini saat Wartawan ingin mewawancarainya, pada Kamis (26/10) di gedung IFA.

Dipihak lain menyikapi masalah ini Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) melalui kepala divisi riset -nya, Oki Anda Sawaludin, menyatakan bahwa masalah ini terjadi akibat dari program Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang harusnya berjalan di setiap Rw tak berjalan maksimal.

“Kini program TPST ya cuma sekedar program, realisasinya belum maksimal atau mungkin belum berjalan,” kritik Oki.

Karena warga bingung mau buang kemana mungkin, lanjut Oki, kalau memang TPST sudah berjalan tentu masalah ini sedikit banyaknya bisa teratasi.

“Sangat disayangkan pula ketika DPRD yang harusnya mengawasi kinerja si Eksekutif atau pemerintah kota belum berfungsi seharusnya,” papar Oki.(Herman)

Facebook Comments
torabika