Kata Bang Doel, Umroh Dan Islam Rahmatan Iil Alamin

2
Kata Bang Doel, Umroh Dan Islam Rahmatan Iil Alamin


PaparazyNews.NET
——————–­———-
Suasana Mesjid Nabawi, Madinah tentu tidak pernah sepi dari Jamaah Umat Islam. Terlebih saat Bulan Ramadhan, saya menyaksikan Umat Islam dari berbagai bangsa ingin berbuka bersama di Mesjid yang dibangun oleh Rosulullah SAW ini. Disela-sela menunggu Sholat Jamaah, kami memanjatkan Dzikir dan membaca buku-buku yang bermanfaat. Salah satu buku yang saya bolak balik baca adalah tentang Haji dan Ramadhan.

Bagi saudara kita umat Islam, Bulan Ramadhan adalah Bulan yang sangat dinanti-nanti karena Ramadhan adalah bulan dimana Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebasan diri dari siksa api neraka. Bagi mereka yang berpuasa dengan Iman Kepada Allah SWT, Ramadhan adalah ladang untuk melipatkan gandakan pahala.

Bulan Ramadhan, selain Syahrul Shiyam (Bulan yang diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan) penuh juga disebut dengan Bulan Kedermawanan atau Syahr Al-Judd karena bulan ini umat Islam dianjurkan untuk saling berbagi, meringankan fakir, miskin dan bersedekah meringankan beban umat yang tak berdaya.

Saya memaknainya dengan Kesolehan Sosial. Amatlah relevan jika para Ulama melabeli Ramadhan sebagai bulan dimana Allah melipatgandakan pahala untuk orang-orang yang berpuasa, beribadah Kepada Allah SWT.

Dan saya merasa amatlah beruntung karena saya beserta keluarga bisa menunaikan ibadah Umroh, di Bulan Ramadhan ini. Umroh saat Ramadhan yang saya baca dalam Hadits Soheh Imam Bukhori dan Muslim seperti berhaji bersama Rasulullah SAW. Subhanallah. Karena itulah sebelum saya menjadi Gubernur Banten, saya pernah merasakan ibadah umrah di Bulan Ramadhan bahkan pernah merasakan Idul Fitri di Tanah Haram. Saya merasakan bahwa Umrah saat Ramadhan bisa menjadi oase di tengah gurun, penyejuk qolbu dan melatih jiwa kita. Umroh di bulan Ramadhan juga menjadi pelajaran untuk kita bersabar dan saling berempati terhadap fakir dan miskin.

Saya sangat percaya akan ada kehidupan akhirat setelah kehidupan di dunia. Karena itulah Ditengah jadwal saya yang padat, saya mengajukan izin cuti mengajak keluarga saya untuk menyempatkan diri melakukan Umroh bersama. Tujuannya ingin mendekatkan diri kepada Sang Kholiq Allah SWT.

Mengenai Warteg, Keimanan dan Ketaqwaan, tentu tidak cukup dimaknai dengan simbolik dan seremonial, hanya tercatat di atas kertas dan kosong dalam realisasi. Keimanan dan Ketaqwaan harus merasuk dan tertanam di dalam sanubari, qolbu kita.

Niat kita yang utuh dan hanya kepada Allah SWT. Dan Puasa Ramadhan, menurut saya adalah cara Allah menguji keimanan dan ketaqwaan kita Kepada Allah. Ibadah Puasa adalah yang sangat pribadi dan rahasia antara hamba dan penciptanya.

Bayangkan, anda bisa saja berbicara kepada semua orang bahwa anda puasa, padahal di ruangan anda minum kopi dan orang tidak mengetahuinya. Dimanapun Warung nasi atau Warung Tegal (Warteg) buka insyallah jika niat kita kuat tidak akan tergoda.

Terlebih negara kita adalah negara Pancasila, negara dengan penuh kemajemukan, tentu kita harus memberikan toleransi. Sesuai dengan ajaran Islam, perbedaan adalah sebuah rahmat yang harus kita syukuri dan sambut dengan limpahan kasing sayang. Mari kita tunjukan keislaman, keimanaan dan ketaqwaan kita dengan menebarkan kesabaran, kasih sayang dan kedermawanan antarsesama.

Wallahu a’lam Bis Showab.
Diposting akun facebook: Minggu pukul 21:08 waktu Mekkah

Mekkah, 14 Juni 2016
Penulis: Dede.Setiawan

Facebook Comments