Intimidasi di CFD Jangan Sampai Terulang

JAKARTA – Beberapa hari ini jagat maya, terutama Twitter ramai oleh saling komentar. Musababnya ada video yang memperlihatkan seorang ibu dan anak diintimidasi oleh banyak laki-laki.

Perempuan dengan anak tersebut mengenakan kaus bertuliskan “Dia sibuk kerja”. Sementara para pembully memakai kaus “2019 ganti presiden”.

Peristiwa itu telah mendapat banyak tanggapan dan kecaman bahkan rasa kesal.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP NasDem Willy Aditya berpendapat, bahwa perbedaan pilihan politik jangan sampai menyebabkan kita kehilangan kemanusiaan. Demokrasi memberi kebebasan tetapi tidak bebas untuk memaksakan kehendak.

“NasDem mengecam tindakan intimidasi seperti di CFD minggu lalu, siapapun tidak boleh melakukan intimidasi karena perbedaan sikap politik. Intimidasi tidak boleh jadi cara berpolitik, karena dapat membuat bentrokan kelompok. Para elit juga harus bisa menjaga lisan dan lakunya, agar bisa menjadi teladan masyarakat,” kata Willy Aditya

Lebih jauh Willy Aditya menyebutkan, apa yang berkembang dalam politik hari ini disebabkan banyaknya kebencian yang disebarkan di tengah masyarakat.

“Hendaknya penyebaran kebencian juga dihentikan demi Indonesia,” tutupnya.(Imam)

Facebook Comments
torabika