HUMAN RIGHT WATCH KHAWATIRKAN KEBANGKITAN EKSTRIM KANAN PADA REZIM ANIES BASWEDAN DI JAKARTA

Pidato pengukuhan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyentil kata ‘pribumi’ berbuntut panjang. Beberapa tokoh mengatakan ada maksud bawah sadar pada pidato tersebut.  Di antara organisasi yang menyeriusi trik alam bawah sadar pada kebangkitan ekstrim kanan (radikalis agama) salah satunya adalah Human Right Watch (HRW). Organisasi nirlaba HAM terbesar di dunia ini

Anis diminta HRW untuk bertindak melindungi hak-hak minoritas dan mempromosikan hak asasi manusia di ibukota. Dalam sebuah suratnya kepada Anies, HRW meminta adanya semacam statuta atau komitmen khusus dari DKI Jakarta untik membela hak-hak komunitas secara ekonomi, gender, dan keagamaan yang masih rentan di Jakarta.

“Gubernur Baswedan memiliki kesempatan untuk membangun jembatan antara masyarakat Jakarta yang beragam dan memastikan bahwa Jakarta menghormati kewajiban hukum HAM internasional di Indonesia,” jelas Brad Adams, direktur HRW Asia. “Dia bisa memulainya dengan mengutuk penggerebekan polisi terhadap komunitas gay di Jakarta.”

Anis diminta tegas untuk menghentikan tindakan diskriminatif oleh aparat. Artinya “razia” terhadap gerakan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) harus dihentikan. Selain itu harus memastikan hak-hak minoritas agama di Jakarta, termasuk komunitas Syiah, Ahmadiyah, dan Kristen, terus terjaga.

“Anis harus menggunakan kewenangan Pemprov DKI untuk melindungi dan membela hak asasi manusia semua orang di Jakarta, dibanding menimbulkan ketakutan akan ancaman mayoritas Muslim,” tambah Adams. “Pemerintahannya akan diukur sebagian besarnya dalam menyampaikan semboyan nasional “Berbeda-beda tapi tetap satu.” Tutup Adams.***Ca (HRW online)

 

Facebook Comments
torabika