HMI Sesalkan Penamparan Peserta Aksi.

[BbsNews.Co.Id] Sebagai Organisasi Perkaderan dan Perjuangan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang Raya menyesalkan insiden penamparan yang dilakukan oleh Kasat Intel Polres Metro Kota Tangerang AKBP Danu terhadap salah satu peserta aksi pada Hari Minggu kemarin.

Disesalkan HMI, lantaran hanya karena ingin menyampaikan pendapat di muka umum, namun ditolak pihak kepolisian atas dasar Peraturan Walikota (Perwal) No. 2 Tahun 2017 yang melarang melakukan aksi demonstrasi pada hari Sabtu dan Minggu.

“Kami menyesalkan insiden kemarin, padahal seharusnya, sekalipun aksi itu dilarang, laranglah dengan baik dan bijak oleh aparat kepolisian, tidak dengan melakukan kontak fisik yang mengakibatkan penamparan pada peserta aksi,”ungkap Abdul Muhyi Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Raya, Senin (10/4).

Muhyi melanjutkan, pihaknya pun menyayangkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang telah mengeluarkan Perwal No. 2 tahun 2017, dikarenakan Perwal tersebut sangat berbenturan dengan UU No. 9 Tahun 1998 tentang kebebasan berpendapat.

“Saya menilai Perwal tersebut justru sebagai bentuk ambisi Pemkot yang merampas kebebasan berpendapat dan berekspresi, Ini adalah cerminan dari arogannya sikap Pemerintah Kota Tangerang yang alergi dengan kritikan,”papar Muhyi kepada Wartawan Online bbsnews.co.id

Lebih dalam Ia mengatakan, HMI Cabang Tangerang Raya menolak dengan tegas Perwal No. 2 Tahun 2017 dan mendorong kepada pihak DPRD untuk mengawal Perwal tersebut agar dicabut.

Ditempat terpisah Kokom Komalawati Ketua SBGTS-GSBI, PT. Panarub Dwikarya menyampaikan dukungannya terhadap HMI, terkait penolakan Perwal No.2 tahun 2017.

“Ini demi kepentingan kita semua, jadi sangatlah penting dukungan dari seluruh masyarakat atau organisasi yang ingin memperjuangkan hak-hak masyarakat, seperti HMI,”imbuhnya.(Hel)