Gapasdap Merak Minta Pelarangan Truk Saat Libur Nataru Dikaji

CILEGON – Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Merak mengusulkan, supaya Kemenhub dapat mengkaji rencana pemberlakuan larangan truk melintas dalam rangka persiapan penyelenggaraan angkutan natal dan tahun baru (nataru) 2018 di Pelabuhan Merak.
Aturan yang biasa ditetapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada momentum angkutan natal dan tahun baru itu dinilai tidak sama dengan momentum angkutan hari Lebaran. Regulasi diusulkan agar tidak diberlakukan, karena jumlah kendaraan truk pada angkutan nataru tidak sebanyak pada angkutan lebaran.
“Untuk angkutan natal dan tahun baru tidak berpengaruh. Kalau jumlah truk pada angkutan natal dan tahun baru dibandingkan dengan angkutan hari lebaran, persentase kenaikan tergolong kecil,” ungkap Ketua DPC Gapasdap Merak, Togar Napitupulu kepada BANPOS, Rabu (15/11/2017).
Selain jumlah yang tidak signifikan, sambung Togar, antisipasi lewat regulasi tersebut diharapkan untuk dapat dipertimbangkan. Karena saat ini kapal-kapal yang melayani di Pelabuhan Merak –  Bakauheni sudah berkapasitas kapal berukuran besar. Sehingga, dapat menampung penumpang yang menyeberang.
“Tidak perlu melakukan penutupan,  karena persentase kenaikan hanya 5 sampai 6 persen saja. Tambah lagi,  saat ini kan kapal-kapal sekarang di pelabuhan Merak sudah berkapasitas besar, ” imbuhnya.
Togar berharap, usulan tersebut dapat dipertimbangkan Kemenhub untuk dikaji, supaya larangan truk melintas yang biasa diterapkan di Pelabuhan Merak, tidak diberlakukan. (CON/TBI)
Facebook Comments
torabika