Fruit Festival dan Festival Pangan Lokal Jadi Ajang Promosi

Kabupaten Pandeglang menjadi sentra produksi beberapa komoditas hortikultura dan pengembangan beberapa komoditas pangan lokal.

Jika dilihat dari itu, menurut Bupati Irna Narulita, akan mampu memberikan nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat.

Oleh karenanya, Fruit Festival Dan Festival Pangan Lokal Jadi Ajang Promosi, dengan begitu akan mendorong minat serta kreativitas masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan menu makanan berbasis pangan lokal untuk oleh-oleh khas Pandeglang.

Hal demikian disampaikan Bupati Pandeglang Irna Narulita pada acara pembukaan Fruit Festival Dan Festival Pangan Lokal di Alun – alun Pandeglang, Minggu (4/2) pagi

Menurut Bupati Irna, potensi pangan lokal di Kabupaten Pandeglang sangatlah melimpah baik komoditas pangan, hotikultura, perkebunan dan peternakan. Kata Irna, beragam komoditas hortikultura dan umbi-umbian tersedia sebagai pengganti bahan pangan pokok. Tentu ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk konsumsi pemenuhan karbohidrat, seperti singkong, ubi jalar, talas beneng, ganyong, kumbili dan iles-iles.

”Potensi besar ini jika diolah dengan baik dan terus di promosikan akan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat atau pelaku bisnis baik petani berskala kecil, menengah atapun besar,” ujarnya

Bupati Irna juga menjelaskan, berkembangnya sektor pariwisata di kabupaten pandeglang dengan berbagai destinasi wisata yang telah dikenal wisatawan, menjadi peluang yang sangat besar bagi petani dan pelaku usaha lokal untuk menampilkan komoditas unggulan dan olahannya sebagai oleh-oleh khas pandeglang.

”Kebutuhan wisata untuk konsumsi kuliner dan buah tangan harus memicu kita untuk selalu kretaif dan inovatif menciptakan menu-menu pangan lokal yang disukai konsumen dan wisatawan,”terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Budi S Januardi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap buah dan pangan lokal dikabupaten pandeglang, dan untuk menggali potensi buah unggul lokal serta menumbuhkan motivasi masyarakat untuk berinovasi menciptakan menu oleh-oleh khas pandeglang berbasis pangan lokal.

”Kegiatan yang dilaksanakan adalah kontes durian lokal, lomba menghias parcel buah lokal, lomba melukis tingkat SLTP dengan tema cintai buah lokal pandeglang, lomba cipta menu oleh-oleh khas pandeglang, bazzar buah dan pangan lokal, kuliner buah dan olahan pangan lokal, dan pasar tani,” katanya

Budi menjelaskan, Peserta yang mengikuti acara ini adalah para petani atau pelaku hortikultura, pelaku usaha pengolahan pangan lokal (UMKM dan KWT), Gabungan Organisasi Wanita, Pelajar, Chef Hotel atau juru masak dan masyarakat umum lainnya.

“Kontes buah sebanyak 26 peserta, menghias parcel 16 peserta, lomba melukis antar SLTP 29 peserta, Lomba Cipta Menu 40 peserta, dan Bazzar tani dan kuliner sebanyak 52 peserta,” jelasnya.

Direktur Buah dan Florikultura pada Kementerian Pertanian RI, Sarwo Edi mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi acara ini. Kata dia, kegiatan ini harus dilanjutkan atau menjadi rutinitas tiap tahun.
“Mudah – mudahan acara ini dapat mengembangkan semua komoditas. Apalagi potensi durian di Pandeglang ini luar biasa, sehingga berpotensi untuk memenuhi pasar domestic, tradisional dan kualitas eksport,” katanya.

Lebih lanjut,Sarwo Edi mengatakan, jika budidaya hortikutura sangat memiliki ekonomi tinggi. Dirinya terus akan mendukung para petani dalam mengembangkan bidang hortikultura.

“Program yang kami lakukan untuk mendorong peningkatan bidang hortikultura yaitu pengembangan kawasan, kita fasilitasi Bantuan, dan bermitra para pe gusaha buah dan eksportir, sehingga hasil petani tidak bingungY dipasarakan dengan harga setabil dan petani senang terus menanam,” jelasnya

Facebook Comments
torabika