Fenomena Hujan Es Di Jakarta Timur.

oleh
Gambar Ilustrasi

[ BBSNews.Co.Id] Hujan es di wilayah Jakarta Timur menjadi sorotan publik, tepatnya di Pasar Rebo sejumlah pengguna jalan yang melintasi Flyover di hujani es kemarin sore, namun hal tersebut tak membuat para pengguna jalan merasa khawatir, bahkan beberapa dari mereka mengabadikan momentum tersebut. Nampak kehebohan dari video amatir milik salah satu pengguna jalan saat hujan es, terlihat juga ketika Dia meraih butiran es dan sejumlah kendaraan di depannya yang juga turut mengabadikan momentum tersebut.

Berdasarkan keterangan Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait hujan es di wilayah Jakarta Timur tepatnya di Pasar Rebo yang disertai kilat, petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim. Baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Menanggapi hal tersebut Fauzik Darmawan Kepala Seksi Data Dan Informasi Stasiun Geofisika (Stageof) Tangerang Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) memaparkan, seperti halnya penjelasan Humas BMKG bahwa indikasi terjadinya hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat, satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%) mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Namun masyarakat tak perlu khawatir.

“Tidak ada dampaknya mas, cuma kalau agak gede biasanya bunyi digenteng, dan bisa mengakibatkan bocor kalau asbesnya kurang baik,”kata Fauzik saat dikonfirmasi Wartawan Media Online BBsNews melalui seluler, Selasa (28/3).

Tahap berikutnya lanjut Fauzik, awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus (CB).

“Pepohonan disekitar kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Sangat terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri,”jelasnya

“Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita berdiri,”lanjut Fauzik

Selain itu Dia menambahkan, hujan es di tangerang bisa saja terjadi, namun hingga kini belum ada laporan terjadinya hujan es di wilayah tangerang. Dirinya menghimbau agar masyarakat tetap waspada potensi cuaca signifikan khususnya wilayah Provinsi Banten pada 29 Maret 2017 dengan indikasi potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang terdapat di wilayah Provinsi Banten siang atau sore hari antara lain di Kabupaten Serang bagian barat, Kabupaten Pandeglang bagian utara dan Kabupaten Lebak bagian utara.

“Kami harap warga berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan jalan licin. Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan dan masyarakat yang berlibur ke wilayah pesisir dihimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut dengan ketinggian 1.2-2.5 meter di Perairan Selatan,”tutupnya.(Hel)