Dugaan Sogok Menyogok dan Surat Sakti

 

 

BBsNEWS.CO.ID , Tangerang Kota ——- MOS ( Masa Orientasi siswa ) yang dikenal disetiap tahun ajaran baru baik itu di tingkat SD,SMP,SMA hingga Universitas. Namun demikian MOS kali ini tidak seperti pada era beberapa tahun kebelakang yang berunsur kekerasan namun pada era sekarang ini MOS itu haruslah yang berkonsep baik ramah tamah hingga membuat calon – calon siswa/I yang akan memasuki dunia pelajaran baru tidak merasa takut dan kecewa pada kakak – kakak seniornya. Tatkala pada saat PPDB pun ada yang senang karena diterima ada juga yang sedih karena tidak diterima dan sudah bukan rahasia umum lagi jikalau ada siswa/i yang tidak diterima disekolah yang dituju dan rata – rata jalan terbuka melalui jalur belakang itu terjadi dan ada dari faktor kedua belah pihak yaitu dari pihak sekolah dan orangtua siswa.

Seperti yang terjadi di sekolah Kota Tangerang yaitu SMAN 8 Tangerang, menurut pantauan jurnalis kami bahwasannya sekolah ini telah terjadi Dugaan adanya jual beli bangku dan Dugaan adanya menggunakan Surat Sakti melalui Pejabat Pemprov Banten dikarenakan PPDB SMA dan SMK se-Kota Tangerang telah dikelola oleh Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pantauan jurnalis kami menduga bahwasannya  ada  siswi yang berasal dari SMAN 3 Kabupaten Tangerang pada saat MOS H+2 sudah tidak ada disekolah tersebut dan setelah di selusuri siswi yang bersangkutan telah terdaftar di SMAN 8 Tangerang. Kemudian MOS H+3 kami menduga satu orang siswi lagi dari SMAN 3 Kabupaten Tangerang telah terdaftar di SMAN 8 Tangerang dan jurnalis kami pun menduga menggunakan Surat Sakti dari Pejabat.

Jurnalis kamipun melakukan kroscek terhadap pihak humas sekolah SMAN 8 Tangerang dan menanyakan kebenaran terkait hal itu namun jawaban pihak humas kepada jurnalis kami mengatakan “bahwasannya sekolah kami SMAN 8 Tangerang bersih dan tidak ada yang namanya sogok menyogok dan surat sakti semuanya siswa/i yang diterima pada saat PPDB tahun ajaran 2017 adalah murni hasil sistem yang dibuat Pemprov Banten, terkait hal tersebut beliau mempersilahkan untuk di kroscek kebenarannya” katanya. Padahal Gubernur Banten Drs. H. Wahidin Halim, M.Si mengatakan PPDB SMA dan SMK se-Banten di awasi oleh KPK agar tidak ada yang namanya titip siswa ( anak guru ),sogok menyogok hingga Surat Sakti dari Pejabat. ( Doan )