Disdukcapil Kota Tangerang Paparkan Pentingnya Miliki Dokumen Kependudukan

3

TANGERANG- Program Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang untuk pendataan dan penertiban kepemilikan akte kelahiran usia 0-18 tahun terus digalakkan.

Karena rentang usia ini ada di usia sekolah dari jenjang TK/PAUD hingga jenjang pendidikan menengah, maka, Disdukcapil memberikan sosialisasi kepada kepala sekolah SMAN dan SMK swasta yang digelar secara terpisah.

Dihadapan para Kepala Sekolah, Ahmad Amarullah, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan & Pemanfaatan Data (PIAK-PD) pada Disdukcapil Kota Tangerang memaparkan pentingnya memiliki dokumen kependudukan.

“Dokumen kependudukan dapat memberikan kejelasan status hukum sebagai warga negara dan juga menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dokumen dimaksud diantaranya adalah kepemilikan akta kelahiran bagi siswa/siswi yang sesungguhnya diyakini sebagian besar anak usia sekolah sudah memiliki akta lahir sebagai syarat ketika masuk sekolah.

“Tetapi karena pembuatan akta untuk anak yang lahir sebelum tahun 2013 belum menggunakan sistem, dimana saat itu masih manual maka data mereka tidak ada di databased Kami. Diperkirakan sekitar 180 ribu siswa yang datanya belum masuk di sistem. Data yang masuk sistem hanya akta yang dibuat dengan menggunakan aplikasi SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan-red),” ungkapnya.

Maka melalui sosialisasi ini, diharapkak sekolah melalui operatornya segera memperbaharui dapodik dengan memasukkan nomor akte secara benar sehingga nantinya dapat disingkronisasi, disandingkan dan diintegrasikan dari data 180 ribu siswa yang aktanya non SIAK itu menjadi satu kesatuan databased versi SIAK, tanpa harus buat akta baru.

Disamping itu, menurut Amarullah Dokumen kependudukan juga sangat dibutuhkan bagi Siswa SMA/MA/SMK untuk memberi kelancaran melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Syarat untuk membuat KIA (Kartu Identitas Anak) yang dimulai thn 2018, dan untuk keperluan lainnya seperti masuk TNI/Polri, pelayanan BPJS, pembuatan Pasport, dan banyak lagi,” jelas mantan Kabid Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang tersebut.

“Bagi siswa karena satu dan lain hal tidak memiliki akta lahir, pihaknya mengaku siap untuk membantu tanpa harus ke kantor disdukcapil tetapi dikolektif oleh pihak sekolah dengan syarat yang mudah dan bayar denda hanya Rp50 ribu sesuai Perda No.6/2014,” tambahnya.(Kartono)

Facebook Comments