Di Banten, Pilkada Lebak Paling Rawan Terjadi pelanggaran

Dari empat daerah yang menggelar Pilkada serentak 208 di Banten, Pilkada Kabupaten Lebak termasuk yang paling rawan terjadi pelanggaran dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018.

Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten, Didih M Sudi, hal ini berdasarkan indeks kerawanan pemilu (IKP) yang dirilis Bawaslu RI pada November 2017 lalu.

“Kabupaten Lebak itu urutannya paling tinggi di Banten. Bahkan posisinya juga ada di urutan 14 wilayah yang paling rawan dari semua kabupaten/kota di Indonesia yang menggelar Pilkada serentak tahun depan,” ungkapnya, kemarin.

Dikatakan Didih, tingginya indeks kerawanan pemilu di Kabupaten Lebak salah satunya disebabkan masih tingginya aduan mengenai kasus politik uang pada Pilkada Banten 2017 lalu. “Secara keseluruhan penilaian indeks kerawanannya juga hampir merata untuk di Kabupaten Lebak,” imbuhnya.

Namun menurut Didih, secara keseluruhan indeks kerawanan di Provinsi Banten telah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan pelaksanaan Pilkada pada 2017 lalu.

“Banten ada penurunan, pada 2017 itu kan menempati urutan ketiga indeks kerawanan paling tinggi, tapi sekarang sudah turun. Empat kabupaten/kota itu juga sekarang ada di kisaran rawan sedang, nilainya di bawah tiga,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima, indeks kerawanan pemilu untuk empat daerah di Provinsi Banten yang menggelar Pilkada 2018 menempati urutan ke-14 di bawah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Menurut uraiannya, Kabupaten Lebak memiliki poin untuk kerawanan dimensi partisipasi sebesar 2,33, dimensi kontestasi 2,98 dan dimensi penyelenggaraan 2,67. Adapun total poin keseluruhannya yaitu 2,68.

Kemudian disusul Kota Serang dengan poin untuk kerawanan dimensi partisipasi sebesar 1,87, dimensi kontestasi 3,03 dan dimensi penyelenggaraan 2,33. Adapun total poin keseluruhannya yaitu 2,44.

Lalu, Kota Tangerang dengan poin untuk kerawanan dimensi partisipasi sebesar 2,33, dimensi kontestasi 2,50 dan dimensi penyelenggaraan 1,72. Adapun total poin keseluruhannya yaitu 2,18.

Terakhir Kabupaten Tangerang poin untuk kerawanan dimensi partisipasi sebesar 2,56, dimensi kontestasi 2,05 dan dimensi penyelenggaraan 1,94. Adapun total poin keseluruhannya yaitu 2,16.

Facebook Comments
torabika