Cegah Beredarnya Makanan Berformalin, BKP Awasi Para Pedagang

0
Cegah Beredarnya Makanan Berformalin, BKP Awasi Para Pedagang

PaparazyNews.NET – BATURAJA, Pengawasan dan pencegahan beredarnya makanan yang mengandung zat berbahaya di masayarakat luas, pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Sumatera Selatan tidak hanya sebatas menguji dan mengambil sample jenis makanan.

“Tindak lanjut dari pada hasil sidak dilapangan, bagi makanan yang positif mengandung zat berbahaya seperti formalin yang dijual oleh pedagang tersebut, kami memberikan sangsi menyita semua bahan makanan, lalu yang bersangkutan harus membuat pernyataan, untuk tidak menjual jenis makanan itu lagi,”kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten OKU Joni Amran melalui Kabid Konsumsi dan Keamanan pangan Takwin,SE di ruang kerjanya pada Kamis pagi (26/6).

Menurut Takwin, pihaknya juga akan selalu mengawasi pedagang yang menjual makanan mengandung zat berbahaya tersebut, yang di khawatirkan akan terulang kembali dan akhirnya beredar dan di konsumsi masyarakat.

“Pedagang yang didapati menjual makanan mengandung zat berbahaya ini, kami awasi terus, untuk mencegah terulang kembali beredarnya makanan yang berbahaya bagi kesehatan manusia,”jelas Takwin.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan terus mencari tahu dimana si penjual mendapat bahan makanan, dan hal ini menjadi agenda khusus untuk memutus mata rantai peredaran makanan yang mengandung zat berbahaya,”Sementara ini, informasi yang kami dapat, mie basah yang di jual pedagang di pasar bedug tersebut, berasal dari wilayah Kota Baturaja, dari data inilah kami akan melakukan investigasi, untuk memaastikan asal bahan tersebut,”tegasnya.

Sebelumnya Tim BB POM Sumatera Selatan, yang di pimpin oleh Aqurina Leonora menguji 16 jenis makanan yang beredar di Pasar Bedug Taman Kota Baturaja, dari hasil uji laboratorium hanya satu jenis makanan yang positif mengandung zat formalin, yakni mie basah yang dijual oleh pedagang pempek kapal selam.

“Kami sudah menyita semua mie basah yang dijual oleh pedagang pempek tersebut, kemudian langsung di musnahkan, agar tidak beredar dan di konsumsi masyarakat,”kata Aqurina.

Dia mengaku untuk wilayah Kabupaten OKU Raya, hanya Kabupaten OKU Selatan yang tidak menjadi target pengawasan pihaknya, sedangkan Kabupaten OKU dan OKU Timur akan terus dilakukan secara rutin untuk mangawasi peredaran makanan yang berbahaya bagi masyarakat.

“Hasil temuan dan uji laboratorium di lapangan, akan dilaporkan ke Gubernur Sumatera Selatan, sebagai bahan pertimbangan dan tindak lanjut kedepan, terutama pada bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri,”bebernya.

BB POM berharap, kepada masyarakat luas, dalam membeli dan mengkonsumsi makanan hendaklah selektif dan waspada, untuk mencegah di konsumsinya makanan yang mengandung zat berbahaya.

Penulis : Ganesa

Facebook Comments