Belasan Bangunan Liar di Tangerang Dibongkar SatpolPP

Sebanyak 16 Kepala keluarga (KK) yang menempati bangunan liar semi permanen yang berdiri di Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari ditertibkan oleh Satpol PP Kota Tangerang, Rabu (17/1/2018).

Kepala Bidang Penertiban Umum Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli mengatakan, pada tiga bulan terakhir sudah diberikan surat peringatan.

Dan tepat pada hari ini merupakan toleransi waktu terakhir yang diberikan oleh pemerintah kota (Pemkot) Tangerang kepada penempat bangunan liar.

“SP secara prosedur sudah dilalui, SP 1,2,3 dan sudah dikasih toleransi waktu juga. Ini murni bangunan liar, karena tanah ini punya pemda. Mau dikenakan untuk kepentingan pemerintah,” kata dia.

Setelah bangunan tersebut diratakan, menurut Ghufron nantinya akan dibangun gedung panti sosial yang berkenaan dengan kantor dinas sosial kota Tangerang.

“Rencananya nanti akan dibangun panti sosial disini,” ucapnya.

Sementara untuk menertibkan bangunan juga, Satpol PP menurunkan pasukan 2 pleton yang dibantu dengan unsur TNI dan Polsek setempat.

Kendati demikian, proses penertiban lahannya pun sempat terhambat, karena sempat terjadi perdebatan antara aparat Satpol PP dengan warga setempat.

“Oh itu namanya Baron sekarang diamankan polisi. Karena dia menghalangi, kebetulan satu orang ini agak rewel,” tutur Ghufron.

Menurut Ghufron, warga tersebut telah diamankan di Mapolsek Neglasari untuk dimintai keterangan.

“Alasannya masih mau minta waktu, cuma memang ada indikasi yang bersangkutan bawa senjata api,” tandasnya

Hal Senada diungkapkan Riki, Sekretaris Kecamatan Neglasari, Ia mengaku sebelum membongkar 18 bangunan itu, pihaknya telah beberapa kali mengirimkan surat kepada penghuni rumah untuk segera pindah. Namun hingga batas terakhir tak kunjung pindah, ya dibongkar paksa.

“Surat untuk pembongkaran sendiri sudah kita layangkan sejak Desember 2017. Hari ini batas akhir mereka,” ujarnya.

Diakuinya ada 18 KK yang tinggal di lahan sekitar 2.000 M2 milik PU Pengairan Provinsi Banten ini.

“Mereka cuma numpang, maka mereka pun tak mendapat ganti rugi apa-apa…” terang Riki.(Mila)

Facebook Comments
torabika