Belajar dari Denmark, Ini Pencegahan Terbaik untuk Diabetes

Menjadi salah satu negara dengan indeks kebahagiaan tertinggi tak membuat Denmark bebas dari diabetes alias kencing manis. Sebanyak 6,1 persen dari populasi di negara skandinavia ini mengidap diabetes, khususnya diabetes melitus tipe 2.

Salah satu faktor risiko diabetes yang ternyata masih menjadi masalah di Denmark adalah kegemukan dan obesitas. Nanna Skovgaard dari Kementerian Kesehatan Denmark seperti ditulis detikHealth sebelumnya, menyebut 50 persen penduduk di negaranya bermasalah dengan obesitas.

Dikutip dari detik.com (07/08/2018) Mengutip data organisasi kesehatan dunia atau WHO tahun 2016, pakar endokrinologi Karen Boje Pedersen menyebut 58,7 persen populasi Denmark mengalami overweight dan 21 persen mengalami obesitas. Aktivitas fisik tercatat rendah pada 26,6 persen populasi.

Padahal jika melihat kondisi Kopenhagen, ibukota negara tersebut, nyaris tidak ada alasan untuk tidak berolahraga. Jalur khusus sepeda membentang sepanjang 350 km, demikian juga jalur pejalan kaki sangat tertata dan steril dari kendaraan bermotor. Taman-taman di kota ini juga banyak yang difungsikan sebagai tempat olahraga.

 

Jalan layang khusus sepeda di Kota Kopenhagen.Jalan layang khusus sepeda di Kota Kopenhagen. Foto: Uyung/detikHealth

“Sama saja sih seperti di US (United States). Ada banyak sekali gym di sana, tapi kalau orang tetap makan sembarangan maka obesitas juga akan tetap tinggi,” kata Karen, yang juga merupakan Global Medical Manager perusahaan farmasi Novo Nordisk.

Teknologi pengobatan untuk diabetes terus berkembang. Terbaru, para ilmuwan mengembangkan terapi GLP-1 yang hanya perlu disuntikkan seminggu sekali. Namun menurut Karen, melakukan edukasi dan menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat, tidak kalah penting untuk dilakukan.

“Intervensi terbaik untuk diabetes melitus tipe dua adalah gaya hidup sehat,” tegas Karen.

(mam/yes)

Facebook Comments
torabika