ALUR SUNGAI CISADANE DINORMALISASI DENGAN “SWADAYA MASYARAKAT?”

5

[BbsNews.Co.Id] Mandor Rahim yang merupakan kepala lingkungan Desa Tanjung burung kecamatan Teluknaga, dengan rasa kepeduliannya kepada lingkungan dan para nelayan di desa Tanjung burung.

Terutama para nelayan yang setiap harinya melintasi jalur sungai cisadane yang dari waktu ke waktu kurang adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat, provinsi atau dari pihak pemerintah kabupaten Tangerang, terkait dengan Normalisasi sungai Cisadane yang semakin dangkal dan tidak terurus.

Bentangan dan lebar sungai Cisadane yang semakin sempit melihat keadaan yang semakin tak terurus Mandor Rahim bersama masyarakat berinisiatif melakukan Normalisasi sungai Cisadane yang bermodalkan swadaya masyarakat tanpa di tunggangi oleh kepentingan lain.

meski banyak suara sumbang menerpa diri dan keluarganya, hal ini tidak menyulutkan pekerjaan untuk melakukan Normalisasi Sungai dan terus bekerja, ungkap igo masyarakat tanjung burung kepada BBsNews.Co.Id di kediaman nya pada Jum’at (19/5/17) di sela sela waktu istirahat nya.

Lanjutnya, ” memperhatikan dari dasar itu seorang Rahim melakukan pekerjaan Normalisasi Sungai serta melakukan penataan alur atau jalur sungai agar kembali seperti semula, Dimana kedalaman dan bentangan sungai Cisadane semakin menyempit dan kurang perhatian dari pihak pemerintah, meski pendangkalan sungai sudah cukup parah, Apa yang di kerjakan sekarang saya bersama masyarakat desa Tanjung burung sangat bersyukur dengan inisiatif mandor Rahim dan ini adalah bentuk kepedulian seorang masyarakat biasa yang ingin melihat sungai Cisadane kembali kepada fungsinya sebagai jalur lalulintas sungai yang dipergunakan oleh para nelayan, dari dulu hingga sekarang mudah mudahan dengan adanya normalisasi sungai ini bisa lebih bermanfaat bagi para nelayan yang menggunakan alur sungai Cisadane”. ujarnya Igo.

Ditempat yang terpisah mandor Rahim ketika dimintai keterangannya tentang normalisasi sungai Cisadane menjelaskan, ” benar apa yg dikerjakan oleh saya semata mata rasa keprihatinan dan kepedulian saya kepada para nelayan dan Masyarakat desa Tanjung burung yang hampir setiap hari melintasi jalur sungai cisadane Yang memenfaatkan sebagi jalur lintas air untuk menuju ke laut untuk mencari ikan,

melihat keadaan sungai yang memperhatikan dan mengalami pendangkalan akibat abrasi sedikit demi sedikit sungai cisadane mengalami pendangkalan dan penyempitan. kami sebagai masyarakat sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah baik itu pemerintah pusat, provinsi Banten atau dari pemerintah kabupaten Tangerang untuk segera melakukan Normalisasi sungai Cisadane,

bila hal ini tidak cepat cepat kita waspadai maka sungai Cisadane hanya sekedar nama, dari rasa keprihatinan itu saya bersama masyarakat berinisiatif melakukan Normalisasi dengan biaya swadaya, tanpa ada kepentingan lain meski ada beberapa suara sumbang yang datang ke pihak keluarga dan saudara saya,

tapi hal itu tidak menyurutkan rasa keprihatinan saya sebagai orang melakukan pekerjaan Normalisasii atau pengerukan sungai Cisadane dan penataan alur sungai cisadane menuju laut muara Desa Tanjung burung, kegiatan ini sudah disepakati antara dua belah pihak yakni kepala Desa Tanjung burung kecamatan Teluk naga dan kepala Desa Kohod kecamatan Pakuhaji Kab.Tangerang,” terangnya Rahim.

Agus nelayan Desa Tanjung burung sangat berterimakasih dengan ada nya kegiatan penataan dan pengerukan lumpur kali cisadane, perahu nelayan tidak lagi mengalami kendala apabila melintasi jalur tersebut.

Dengan dibuat nya dua jalur, jalur pergi dan jalur balik tidak ada kendala dengan mendangkalan lupur dan penyempitan kali,kami nelayan yg ada di sini sangat berterimakasih kepada pihak yg sudah peduli dengan lingkungan sekitar terutama jalur kali cisadane.(Ladien)

Facebook Comments